Kalo hari ini aku di tanya tentang cinta.. Mungkin aku akan menjawab cinta itu suck !!
Bagaimana cinta itu aku bisa bilang indah?? Jika setiap aku membuka hati selalu berakhir dengan menyakitkan.
Terkadang aku ingin menutup hati ini dari semua iming iming keindahan cinta. Kalo kata orang, jangan bermain dengan namanya cinta kalo ga mau sakit hati. Iya aku ga mau sakit hati, jadi aku akan berhenti bermain dengan si cinta.
Terkadang aku berpikir, semenjak aku putus dengan Rifky. Semua pria itu aku anggap sama, sayang kalo ada maunya a.k.a matre.
"Qy.. Mau apa buat hadiah ulang tahun kamu?" Tanyaku saat mendekati ulang tahunnya. "Aku kemarin ke senayan city, liat dompet quicksilver keren bgt, cocok buat kamu" tambah ku.
"Boleh li.. Sebenernya aku pengen jaket, tapi kalo mau beliin dompet juga ga apa apa" jawabnya tanpa ia sadari kalau aku ingin tahu seberapa matrenya dia. Dan ternyata matre sekali dia.
Itu yang akhirnya membuat aku underestimate tentang pria.
Pria itu akan baik dan manjain kita kalo kita bisa ngasih apa pun buat dia. Itu yang membuat aku menghindar dari namanya cinta.
Sampai sampai datang cinta yang nekat masuk ke dalam hidup aku. "Aku disini ingin mencari yang serius, karna umurku sudah cukup" Kata Zain waktu dia putuskan untuk memilih aku. "Kita jalanin aja dulu" Jawabku yakin ga yakin. Tapi baru beberapa hari menjalani semuanya, tampaknya dia terlalu gombalisme. Aku tak begitu menyukai rayuan, puisi cengeng. Dan akhirnya semua ga berjalan sesuai keinginan.
Akhirnya aku kembali kosong hilang isi :(
Aku belum berani
Aku takut
Dan parahnya
Aku benci
Tapi ada yang aneh, ketika aku bertemu dengan "baseball", aku nyaman, aku merasa di lindungi.
"Suster.. Aku seneng deh di rawat sama km, km itu suster yang baik dan enak di ajak ngobrol, makasii ya sus" Kata si baseball waktu dia berhasil mendapatkan pin smartphone ku. "Baik, dan enak di ajak ngobrol itu wajib buat aku dalam bekerja" Jawabku sekenanya.
Tapi satu kenyataan yang mau tak mau harus aku terima.
Dia adalah pahlawan lelaki kecil itu :(
"Happy birthday ikhsan abdi negaraku, semoga bla bla bla *doa2nya* maafin papah karna ga bisa hadir di acara ulang tahunmu"
Aku harus mundur, aku harus merelakan lelaki berbadan besar itu.
Tapi parahnya aku semakin membenci cinta.
Love is suck..
Aku semakin ga percaya kalo di dunia ini masih ada pria yang baik dan tulus menyayangi wanita bukan dari materi.
Kenapa ??
Karena aku masih menemukannya di dalam hidupku..
Hari ini, semenjak pertemuan singkat beberapa waktu yang lalu..
Pria berbadan tinggi besar bernama beni ini mengaku sayang. "Baiknya kamu" Selalu aku katakan jika dia memang melakukan hal yang baik untuk aku, "Itu aku lakuin karna aku sayang kamu" jawabnya meyakinkan. But I'm still not believe what he's say, cuz i know man is a good liar.
Dan sampai hari ini aku berbohong akan perasaan ku. Dengan maksud untuk menghargai kebohongannya.
Tadi malam beni menemaniku berbincang bincang melalui smartphone, aku mengatakan betapa berantakannya hidup aku karena cinta. Beni menjawab dengan kata kata paling standar 'Sabar' hmmm sesungguhnya bukan itu jawaban yang aku inginkan. Aku inginkan jawaban yang lebih excited yang bisa buat aku lebih merasa tenang.
Aku terus memancing sampai mana kesabaran dia, seperti yang selalu dia katakan 'Sabar'. Tapi tetap pada akhirnya dia menyerah dan mengatakan TERSERAH..
Dan akhirnya aku semakin yakin, Beni belum pantas dapatkan posisi teratas dalam hati aku.
Apa yang sesungguhnya terjadi dalam diriku? Kenapa aku begitu sulitnya untuk membuka hati untuk yang lain, yang seharusnya bisa datang untuk menemani kosongnya hati aku yang sudah hilang isinya. Padahal dulu aku percaya, kalo kita sama sama suka and have some chemistry suatu saat nanti akan muncul dengan sendirinya cinta dan sayang itu. Tapi kenapa sekarang aku tak bisa terima keyakinan itu, aku merasa semua akan sama seperti yang sudah lalu lalu.
"Itu karna elo udah terlalu banyak menyimpan trauma, dan ga mau move on" Kata Ajeng yang baru baru ini punya pacar yang bisa angkat dia dari traumanya.
Sementara aku?? Untuk bermimpi saja aku sudah ga berani, apa lagi untuk melakukannya. Baru baru ini 'Move on' menjadi hal yang sangat berat dan menakutkan bagiku. Menurutku lebih baik naik hysteria 10x dari pada harus move on dan membuka hati untuk pria di luar sana, yang tanpa aku sadari memang menunggu aku membuka jalan, agar mereka bisa menerobos masuk jauh kedalam hati aku.
"Apa lia ga bosen gitu, ngejomblo terus? Hmmm kalo lagi begini, Rio pengen punya pacar" kata Rio, pria yang mendekati saat ini. "Bosen sih engga, tapi emang ada keinginan buat punya pacar tp gak sekarang. Cari pacar lah, di luar sana kan banyak" Jawabku yang memang ga begitu tertarik dengan pernyataannya. "Cari dimana? Kan ada Lia" jawabannya yang cukup membuatku tercengang. Antara yakin dan tidak, antara ingin dan tidak, dan antara antara yang lainnya.
Aku memilih diam dan sendiri. Karna itu yang membuatku nyaman tanpa rasa takut sedikitpun tentang namanya fraktur hati a.k.a sakit hati. Dengan banyak teman yang selalu menemani setiap sepi ku sudah membuat aku nyaman.
Saat ini di kepalaku tak ada lagi keinginan menggebu gebu mencari dan harus dapatkan pria yang baik dan penyayang sesuai kriteria ku. Aku tak habis habisnya berpikir Tuhan sudah siapkan satu di antara ribuan pria yang ia ciptakan untukku, dan aku hanya di suruh bersabar. Suatu hari pasti aku akan di pertemukan dengan pria misterius itu :)
Thanks GOD, you give me a strange..
Sabtu, 10 September 2011
Langganan:
Postingan (Atom)
