Flashback on july'2011
Yappp first time i meet him.. "Bagaimana kepalanya? Masih sakit? Sudah makan kan? Ini obatnya, di minum sekarang ya.." Itu lah perbincangan pertama ku dengannya, yapp dia ga lain adalah pasien ku. "Terima kasih sus.. Suster udah nikah?" Jawaban dia dan pertanyaan konyolnya. "Emmm hehehee belum, kenapa ya pa? Keliatan udah nikah ya?" Jawaban ku yang cuma penasaran akan maksud dari pertanyaannya. "Masih keliatan imut, ahhh coba saya ga buru2 nikah ya hahahahaha" jawabannya konyol banget. "Hmmmm gitu ya" I'm on straight face -_-" "boleh minta pin bb'nya?" Pintanya. "Buat apa ya pa?? Ga terima gangguan atau konsultasi tengah malem ya" jawab ku seraya memberikan nomor pin bb. Dan kami mulai sering berbincang- bincang lewat bbm, awalnya ngobrol biasa dan lama kelamaan entah rasa apa yang ikut dalam tiap perbincangan kami. Mulai ada sayang- sayangan di tiap perbincangan kami, pokonya indah lah.
Dan tiba akhirnya keberangkatan dia ke taipe, ada percobaan game disana. Selama 15 hari aku dengan sabar menunggunya. Sampai tepat di hari ke 15 hari kepulangannya ke indonesia, entah apa yang terjadi contact bbm aku terhapus atau di hapus. Apa yang salah?? Entah lah.. Aku mencoba merelakannya.
1 bulan berlalu aku kehilangan sosok pria berbadan besar itu. Sampai akhirnya aku di pertemukan kembali dengan cara yang tidak di duga- duga sebelumnya. Dia kembali ke rumah sakit tempat aku bekerja dengan rencana operasi. Dan sudah bisa di tebak, aku lah yang menemani dia beberapa hari selama dia di rawat. Bahkan aku rela pulang larut setelah kerja untuk menemaninya. Entah kenapa aku sampai begitu relanya, apakah ada rasa lain dalam ceritaku dengan pria berbadan besar itu? Entahlah hanya Tuhan yang mengerti.
Hingga akhirnya setelah dia sembuh, dan aku menjenguknya di apartmen tempat dia tinggal sementara waktu selama pelatnas. Dan aku dikenalkan dengan salah satu teman satu teamnya. Yupp aku suka, tapi entah apa yang terjadi semua ga bertahan lama, hanya bertahan selama dia pergi percobaan game kedua di tokyo. Akhirnya kembali aku dengan si pria berbadan besar itu. Hanya 1 kesalahan terbesar dalam hubungan ini adalah aku menjadi perusak dalam kehidupannya dengan seorang wanita dan si jagoan kecil.
Aku sadar, aku harus mundur, aku harus menyerah, aku harus terima kenyataan bahwa aku tak akan pernah bisa memiliki seutuhnya si pria berbadan besar itu.
Dan bodohnya aku adalah sampai hari ini, aku masih belum mampu, aku belum bisa menerima orang lain datang kedalam kehidupanku. Karna aku masih inginkan keajaiban itu datang dan menyatukan aku dengan dia.
Mungkin aku bisa dapatkan apa yang aku inginkan, mungkin dia pun bisa mengikuti apa mauku. Tapi pertanyaannya adalah Apakah aku mampu melewati gerbang cobaannya? Terbayang- bayang di pikiranku, aku harus bertemu wanitanya, jagoan kecilnya, keluarganya. Ahhh aku tak mampu, aku memang harus menyerah. Tapi apa aku mampu???
Tuhan.. Aku tau ini bukan jalannya, ini hanya kesenangan yang kau berikan untukku. Jadi aku memohon dengan sangat, setelah ini buat aku lupa tentangnya, buat aku ringan melepaskannya. Amien
Today, November 25, 2011
The last time i meet him.. The last day i saw him.. Dan apakah aku mampu? Berharap setelah ini lupa ingatan, lupa akan tangan besarnya yang selalu menggenggam erat tanganku. Lupa akan panggilan bebebb yang selalu keluar dari mulutnya.
Dari seluruh perasaan ini, hanya sebagian kecil yang mengatakan aku mampu melupakannya. Sisanya aku ga mampu.. Tapi harus, aku harus melepaskan dia, aku harus membiarkan dia kembali ke wanitanya.
Tuhan.. Kali ini aku memohon dengan sangat, jangan biarkan rasa terlarang ini terus ada dalam hati aku. Biarkan dia pergi, dan biarkan aku rela melepasnya. Dan buat aku yakin kalau aku mampu.