Rabu, 09 Mei 2012

Because You Loved me

For all those time you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come tru
For all the love i found in you
I'll be forever thankful baby
You're the one who held me up
Never let me fall
You're the one who saw me through through it all
You were my strength when i was weak
You were my voice when i couldn't speak
You were my eyes when i couldn'y see
You saw the best there was in me
Lifted me up when i couldn't reach
You gave me faith 'coz you believe
I'm everything i am
Because you loved me


You gave me wings and made me fly
You touched my hand i could touch the sky
I lost my faith, you gave it back to me
You said no star was out of reach
You stood by me and i stood tall
I had your love i had it all
I'm grateful for each day you gave me
Maybe i don't know that much
But i know this much is true
I was bleesed because i loved by you


You were always there for me
The tender wind that carried me
A light in the dark shining your love into my life
You've been my inspiration
Through the lies you were the truth
My world is a better place because of you

Minggu, 06 Mei 2012

DIA


9 tahun melewati hari demi hari dengan sebuah cerita cinta yang entah bagaimana aku menyebutnya. Mengenalnya hanya sebagai seorang teman sekelas di sebuah sekolah menengah pertama, yang bahkan mengucapkan "hai" saja tidak pernah terjadi. Entah bagaimana ceritanya aku bisa begitu tertariknya dengan pria kurus tinggi itu, dia bukan seorang yang populer pada saat itu, tidak juga seorang juara kelas. Yaa.. Aku bahkan tak pernah ingat bagaimana bisa aku begitu tertarik dengan pria itu. Setahun aku satu kelas dengannya, selama itu lah aku hanya bisa mengaguminya dari jauh, entah mengagumi apa. Sampai tiba akhirnya perpisahan akhir sekolah, aku yang akhirnya merelakan perpisahan itu. Yaaa perpisahan dengan pria kurus itu. Dan pada saat perpisahan itu pun aku tak pernah berbicara langsung dengannya. Yang aku ingat, aku memberikannya sebuah hiasan meja. Entah benda usang itu masih ada atau tidak hingga hari ini.
Sampai tibanya aku terpisah, karna aku harus melanjutkan sekolah menengah atas yang berbeda dengan pria itu. Dan pada masa itu aku bukanlah seperti remaja remaja lain, yang sudah memiliki ponsel. Aku memang belum butuh ponsel pada saat itu, yang artinya aku pun tak pernah tau bagaimana aku harus menghubungi pria itu jika nanti aku merindukannya. 2 tahun berlalu aku di sekolah itu, dan hampir melupakannya. Hingga akhirnya pada tahun ke 3 aku mendapatkan nomor ponselnya dari seorang teman. Aku senang sampai tak tau bagaimana mengungkapkannya. Singkat cerita, dia akhirnya mengatakan apa yang dia rasa (ini sambil buka mini diary) dia menyukaiku, tapi sayang semua terlambat. Saat itu aku pun telah bersama pria lain yang mencintaiku. Dan akhirnya pria itu menghilang, nomor ponselnya tak bisa di hubungi. Tapi aku tak pernah kehabisan akal untuk bisa mencarinya, aku bermain di dunia maya. Walaupun aku tak begitu yakin dia ada di dunia maya, saat itu masih populer penggunaan friendster. Aku menemukannya, aku add as friend, aku menunggu dia approve pertemananku. Dan aku akhirnya bisa berkomunikasi dengannya lagi, bertukar nomor ponsel. Saat itu aku sudah memulai kuliahku, dia mulai berkarir. Memang saat itu aku dan dia tidak begitu intens dalam berkomunikasi, aku terlalu sibuk dengan kuliahku yang cukup menguras otak dan tenaga. Sampai tiba akhirnya saat aku berada di semester ke 5 dalam kuliahku, aku dan dia hampir setiap hari berhubungan. Dan mulai muncul kembali kekagumanku dengan pria itu, kekaguman yang pernah ada saat aku sekelas dengannya. Aku masih tak pernah tau apa yang menarik darinya. Sampai tiba saat itu aku berkomitmen dengannya, iya aku tak pernah percaya dengan yang terjadi saat itu. Aku berpacaran dengan pria kurus itu, pria yang aku kagumi dari jaman aku masih menggunakan rok biru, saat aku masih berkuncir kuda. Aku sangat menyayangi pria itu. Tapi memang semua yang ada di dunia tak pernah abadi, hubunganku dengan pria itu pun tak seabadi yang aku harapkan. Hubunganku dengannya hanya seumur jagung, terlalu singkat untuk bisa aku ceritakan disini. Setelah hubungan itu berakhir, hanya sebentar aku bisa melupakannya dan aku yang mulai mencarinya kembali. Dan dengan mudah aku dapatkan, yaaa karna ponselnya tak pernah berubah. Aku kembali tertawa bersamanya tanpa ada status di antara kita. Aku bahagia ada di dekatnya walau tanpa status. Hingga malam pergantian tahun, dia inginkan hubungan ini berstatus kembali, tapi aku belum bisa. Aku takut dengan adanya status justru membuat aku semakin jauh dengannya. Dia memaklumi semua keputusanku. Beberapa minggu setelah itu, entah kenapa aku begitu marah dengannya. Iyaaa aku marah, kenapa dalam waktu sesingkat itu dia dengan mudahnya menemukan wanita lain yang entah saat itu sudah berstatus atau belum. Aku berusaha menghilang dari hidupnya. Dan entah kenapa memang aku terlalu mencintainya, saat aku akhirnya mengetahui statusnya yg kembali sendiri. Aku mencoba memaafkannya, aku kembali menerimanya ada dalam hidupku. Tapi memang semua yang aku jalani dengannya tak pernah berjalan semudah yang di bayangkan. Dia memutuskan untuk bekerja di luar jawa, awalnya hubungan kami masih baik, komunikasi masih berjalan dengan baik. Beberapa bulan kemudian kami sama sama menghilang.
Seperti yang aku katakan di awal tadi, entah cinta seperti apa ini. Aku dan pria itu bertemu kembali, tetap dengan perasaan yang tak pernah berubah. Hingga hari ini, aku masih mencintainya.
Tetap tanpa status  
Bisa saja kami buat status, tapi kami inginkan akhir cerita seperti dongeng cinderela "dan mereka hidup bahagia selama lamanya" tapi kami tak bisa melakukannya.
Dan kami memutuskan untuk membiarkan rasa ini tetap ada, meski tanpa status.

Jika kamu membaca ini aku ingin katakan
"Terima kasih sudah membuatku tahu rasanya di cintai seorang pria baik. Terima kasih sudah pernah menjadikan aku bagian terindah dalam hidupmu. Terima kasih kamu masih mencintaiku hingga hari ini".
Aku ingin di cium untuk ke 2 kalinya dan terakhir kalinya sebelum akhirnya aku dan kamu memutuskan untuk memulai hari baru masing masing.

Akan jadi cerita cinta untuk anakku nanti
"Nabila Syelna Tirzani Putri"
Heii.. Boleh aku pakai nama ini untuk putriku nanti?? Atau kita berikan nama yang sama untuk putri kita masing masing?
Oke.. Ini sudah terlalu jauh.
Dan aku tetap SAYANG kamu bang  

Rabu, 02 Mei 2012

Forty Amen from Forty people

"Aku mencintai dia, dan aku ingin hidup sampai mati bersamanya. Dan aku hanya ingin amin dari 40 orang"
kenapa harus amin? kenapa harus dari 40 orang?
Ada yang bilang padaku, jika kamu berdoa dengan sungguh sungguh dan ada 40 orang mengAmini doamu insya Allah akan terwujud.. yaaaa.... who knows??? ga akan pernah salah jika aku mau mencoba.
Hanya 1 penghalang, dan apakah ini pantas disebut sebagai penghalang.. sepertinya TIDAK!! hanya saja aku yang tidak berani, dan sudah sebagian diri ini tanpa rasa.
 Percakapan tengah malam tadi memang membuatku menangis, semua rasa berhamburan keluar malam tadi. Untung saja aku belum benar benar gila di buatnya, bisa saja aku memutuskan vena, supaya habis semua nyawa ini. Ahhh itu gila!! orang gila pun belum tentu mau melakukannya.
 Jadi aku harus bagaimana?? menjauhkah? iya menjauh.. dan akhirnya bertemu lagi. Memang seperti itu yang berulang ulang terjadi.
Membuangnya, membiarkannya.. dan aku kembali mengambilnya lagi, membersihkannya lagi, dan menyimpannya lagi.
Atau aku berikan saja dia kepada yang membutuhkan.. Heiiii kau pikir dia rongsokan!!! GILA... jelas aku tak rela.
Lalu aku harus bagaimana???
Tetap meminta Amin dari 40 orang? kalau terkumpul, dan semua yang kau inginkan terwujud lalu kamu mau apa??
AKU MAU HIDUP SAMPAI MATI BERSAMANYA