Menunggu datangnya hari dimana aku akan berdiri tepat di belakangmu, mengAmini setiap doa yang kau panjatkan.
Sepertinya masih cukup lama untuk bisa dapat berdiri tepat di belakangnya, dan mengAmini doa- doanya.
Tidak, aku tidak sedang terburu- buru. Aku yang akhirnya terbiasa menikmati kesendirian, merasa sulit untuk melepas kesendirian ini. Teringat kata ibu hari itu "harusnya sudah bisa dapat yang serius, bukan lagi waktunya main- main, ga minta buru- buru ko', cuma ga mau kamu menikah dengan orang yang belum di kenal dengan baik, lihat umur". Yahh simple tapi cukup membuat aku membuka mata. Tapi ini lah, aku masih belum terbiasa dan belum siap untuk menjalani sebuah hubungan. Bukan, bukan mau menjadi single sejati. Hanya mau bermain- main dengan waktu, sampai aku merasa lelah dan butuh seseorang untuk menemaniku.
Ada selintas candaan "Coba lihat sebelah rumah gue, umur baru 18 tahun, anak baru lulus sekolah kemarin. Lusa mau nikah, kenapa bukan gue?? Apa yang salah?? Apa gue pemilih?? Apa gue terlalu sibuk sendiri??".
Candaan selintas itu membuat beberapa hati merasa terhimpit sesak. Entah apa yang membuat sesak?
Terkadang aku berfikir mundur, mungkin bila aku sedikit menahan emosi, aku tak kehilangan dia. Terkadang terfikir, sudahlah penyesalan hanya membuat perasaan semakin hancur dan sedikit kemungkinan ada perbaikan.
Dan...
I'm not afraid of falling in love, I'm just afraid falling for something I thought was love
Jumat, 15 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar