Kamis, 27 Oktober 2011

Andai kau jadi aku

Hufttt sekarang perasaan menyesal menyelimuti sebagian dari hati ini. Kenapa aku terlalu mudah di goyahkan ya.. Padahal awalnya aku meyakini itu semua, yaaa memang keyakinan yang kurang kokoh.
Dan akhirnya aku harus menerima balasannya, telah menuduh dan menyakiti perasaan orang yang sesungguhnya belum aku tau kebenarannya. Aku merasa telah menjadi orang yang jahat, aku merasa tak cukup pantas memiliki mulut dan hati yang seperti ini.
Hukuman apa pun aku terima, asal kau ijinkan aku masih bisa berbincang dengannya. Hidup aku terasa berat dan penuh dosa saat hubungan baik itu berakhir dengan cara yang bodoh. Apa lagi karna ketololan pikiran aku yang terbilang labil.
Tuhan.. Aku menyayangi mahkluk mu ini. Tapi aku akan hilangkan sayang itu, karna aku telah melangkahi prosesMu. Tapi jangan kau biarkan aku menjadi bagian busuk dalam hidupnya. Aku takut akan hal itu.
271011
Dan sampai hari ini kepalaku masih di hantui rasa bersalah, bukan salah menebak tapi salah karna telah menghakimi dia tanpa memberi celah untuknya membela diri.
Tapi entah kenapa aku masih belum cukup berani untuk membuka pembicaraan dengannya, aku takut di acuhkan. Mungkin someday aku akan coba, walaupun aku tau dia tak akan membalas awal perbincangan nanti. Yahh aku maklumi itu, karna aku memang salah.
Terkadang aku ingin menangis kencang, walaupun sebenarnya nangis adalah hal yang cukup sulit aku lakukan. Tak apa asalkan tangisanku bisa mengembalikan dia. Bukan lagi untuk menjadi pendampingku, aku ingin dia kembali menjadi orang yang tak lebih dari sekedar teman. Karna satu hal, aku benci keributan apa lagi sampai permusuhan seperti ini.
Andai dia tahu akan perasaanku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar