Aku baru mengenalnya hitungan minggu. Dalam hitungan itu lah, aku di bodohi ambisi ku. Awal perkenalan memang sudah di peringatkan akan sesuatu hal. Tapi aku terlanjur terbuai akan hal manusiawi, dari mata turun ke hati dan berlari melewati khayalan dunia pelangi.
Satu kata BODOH!!
Menunggu 20 hari kepergiannya, sabar dalam kepuasan batinnya yang menertawai kebodohan ku. Termakan janjinya hitungan jam, sampai pada waktu yang di janjikan dan BATAL!! Marah, kesal, muak, benci semua jadi satu. Tapi menerima kenyataan bahwa aku tak bisa marah. Bukan karna aku lemah, aku benci keributan. Yang akhirnya hanya kata tidak apa2, pengertian yang menyakitkan. Aku akhirnya merelakan dia pergi dengan orang yang dia sebut adik. Entah sebutan adik itu membuat dada ku sesak, penuh penolakan. Dan ternyata benar, peringatan di awal pertemuan itu lah yang membuka mata ku.
"Jangan percaya orang yang baru kamu kenal, kamu sesungguhnya belum mengenalnya secara mendalam" jawaban yang dia berikan.
Tangisan pun tak akan mengembalikan semuanya. Hanya satu yang masih aku sesalkan, kenapa aku tak pernah percaya hati kecil ku.
"Makanya ka' kalo di kasih keistimewaan sama Tuhan untuk melihat dan merasakan apa yang akan terjadi nanti, harusnya di terima dan di percaya" kata salah satu temanku.
Dan disini lah kekuatannya, aku menjadi lebih sensitif terhadap setiap pria. Sial memang, kalau bukan beristri ya sudah berpacaran. Lia lia lia.. Cerita ini selalu singkat.
Yahhh akhirnya aku tahu kenapa cerita semua tulisan ku tak pernah benar2 selesai.
Kamis, 20 Oktober 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar